Program LPAM
   Rekonstruksi
   Pendidikan
   Livelihood
   Capacity Building
   Advokasi & Kampanye

 TENTANG NIAS
   Sejarah Nias
   Budaya Nias
   Mencapai Nias

 test
   test2

 Rubrik
nias
umum
kampanye
Kegiatan LPAM-Nias

 



   


Pembuatan Tembok Penahan SDN Hilidohona

sekolah
Sekolah


Setelah melakukan rekonstruksi 5 unit sekolah pasca gempa dan tsunami di Pulau Nias, LPAM meyediakan sarana prasarana untuk mendukung fasilitas sekolah seperti meja, kursi dan buku paket pelajaran serta watsan. Salah satunya SDN Hilidohona Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan dengan kontur tanah berbukit, selain menyediakan meubiler, LPAM juga membuat tembok penahan dan perataan tanah untuk menjaga konstruksi bangunan ke depan dan untuk membuat para murid mendapatkan lapangan bermain yang baik. Sekolah yang berada di dekat tempat wisata air terjun ini dikerjakan LPAM dengan melibatkan masyarakat setempat dan pihak sekolah, dengan melakukan musyawarah bersama.



  Hot News 
Sarjana Yang Berani Pulang Kampung
Sore itu cuaca begitu menyejukkan. Di sebuah desa di sebelah Barat Nias, kami bertemu dengan Tuan Rumah. Sorotan matanya menampakkan kejujuran dan idealisme. Nada katanya bersahaja, bermakna dan membumi. Ada kebanggaan di dalam dirinya dan masih sangat kental keinginan hatinya untuk berbuat lebih kepada masyarakatnya.

Tamat dari Fakultas Pertanian Universitas Methodis Medan pada tahun 1992, Tuan Rumah, Fa’ahakhö Dödo Gulö memilih kembali pulang kampung. Bukan pilihan yang gampang, karena tentu “frame berpikir” orang pada umumnya adalah setelah selesai ...
Baca selengkapnya »
Kamis, 24 Januari 08 - oleh : admin | 2   komentar

Buat Petani Nias; Coklat Tak Semanis Rasanya
Coklat semestinya selalu manis tetapi tidak untuk petani coklat nias. Sepanjang pengamatan sederahana coklat tumbuh dimana—mana di pulau ini. Dan itu dimiliki oleh semua oleh petani.Hanya saja ada yang diurus, dirawat dan menghasilkan sementara yang lainnya dibiarkan tumbuh begitu saja bersama—sama dengan rumput yang bersaing sehat dengannya. Tentu saja hasilnya yang terakhir ini bisa ditebak, tak menghasilkan apa—apa buat petani. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini. Terperosoknya harga coklat yang hanya berkisar Rp 8.500/kg membuat petani mulai enggan ...
Baca selengkapnya »
Minggu, 29 April 07 - oleh : LPAM - Nias | 1   komentar

Lingkaran Setan yang Bernama Kemiskinan
Tanpa ingin berlagak akademisi, yang jelasnya kemiskinan di Nias seperti di daerah lain adalah kemiskinan struktural. Dalam perspektif hubungan antara rakyat dan negara, kemiskinan tersebut disebabkan oleh negara dalam hal ini utamanya adalah pemerintah.


Ketidakmampuan dan ketidakpedulian pemerintah mengangkat masyarakat dari kemiskinan, itulah yang menjadi faktor utama. Bahkan barangkali tidak begitu salah kalaulah dikatakan negaralah yang membuat petani miskin. Betapa tidak, ada banyak projek yang sebenarnya untuk meningkatkan kehidupan petani justru dikorupsi oleh aparat—aparat pemerintah. Alhasil uangnya habis, petani tidak kemana—mana ...
Baca selengkapnya »
Minggu, 29 April 07 - oleh : LPAM - Nias | 0   komentar

HANYA INI YANG BISA KAMI PERBUAT DAN KAMI MOHON MAAF
Sejak bulan Agustus yang lalu tahun 2005, sebagai bagian dari pekerjaan kemanusiaan paska bencana tsunami dan gempa di Pulau Nias, LPAM memulai membangun 5 unit sekolah yang roboh akibat dari bencana gempa tersebut. Ke 5 unit gedung sekolah ini berlokasi di 5 kecamatan tersebar dari Utara ke Selatan Pulau Nias, mulai dari SDN 071169 Ombölata Kecamatan Alasa, SDN 07309 Orahili Huruna Kecamatan Lölöwau, SDN 0711094 Tuhemberua Kecamatan Lölömatua, SDN 075100 Hilidöhöna Kecamatan Lahusa dan SDN 074069 Orahili Fau Kecamatan Teluk ...
Baca selengkapnya »
Minggu, 29 April 07 - oleh : LPAM - Nias | 0   komentar

SEKOLAH YANG SEMESTINYA TIDAK MENJADI LAHAN KORUPSI
Ada fakta yang tidak terbantahkan ketika gempa menggoncang Nias. Hampir semua bangunan—bangunan publik rusak parah dan roboh. Salah satunya adalah sekolah—sekolah. Pelajaran yang menarik dari sini adalah pertama bahwa gempa tanggal 28 Maret 2005 itu sangat dahsyat dan yang kedua adalah fakta bahwa betapa rapuhnya bangunan—bangunan publik itu termasuk di dalamnya adalah gedung—gedung sekolah.Tentu tidak lupa dari ingatan kita bahwa sebelum gempa merobohkan sekolah-sekolah itu, kita juga semua tahu bahwa gedung-gedung itu dibangun atas dasar fondasi korupsi. Yah, benar sekali ...
Baca selengkapnya »
Minggu, 29 April 07 - oleh : bara | 0   komentar


 
   


 
Untitled Document

Video Konstruksi rumah menggunakan
Batu Bata Gajah
(Interlocking Compressed Earth Blocks)

ICEB

Salah satu rumah type 42 yang direkonstruksi LPAM - Nias dengan menggunakan Batu Bata Gajah ( BBG ) atau Interlocking compressed Earth Block ( ICEB ), rumah dibangun dengan susunan blok yang saling mengikat satu dengan lainnya.

Lokasi : Desa Hiliamaetaniha, Teluk Dalam, Nias selatan.

LPAM - Nias memiliki mesin yang digunakan dalam produksi blok - blok BBG, Bahan BBG terdiri dari tanah, pasir, dan semen lalu di press dengan mesin tersebut, dan produksi dilakukan di gudang desa Hilizihono, Teluk Dalam, Nias Selatan serta melibatkan masyarakat setempat untuk ikut andil dalam produksi tersebut.
Rumah ini sendiri dibangun melalui Training yang melibatkan Staff LPAM - Nias, Tukang yang bekerjasama dengan LPAM, serta beberapa orang utusan lembaga yang berasal dari Aceh, Yogyakarta, dan Bukit Tinggi Sumatera Barat yang juga menggunakan teknologi ini dalam melakukan konstruksi.
Trainer dalam pelatihan ini sendiri adalah Prof.Geoffrey Wheller dari CVBT (Central Volcanology Building Technology ) Thailand.


 
Menghargai kearifan lokal & pelibatan masyarakat adalah fondasi dalam program kemanusiaan
Pertanian Hortikultura
------------------
Menjadi Petani bukan berarti menjadi miskin

edu

 Top Download

 Artikel Terakhir


cari di  
 

  Visitors : 2826 visitors   Hits : 2905 hits   Month : 364 users   Today : 15 users   Online : 1 users
LPAM-Nias © 2007
lpamnias@gmail.com
Jl. Sisingamangaraja No.4, Tandrawana - Gunungsitoli - Nias
Kode Pos 22815 Telp / Fax : 0639 - 21203