Paska bencana,
90% bangunan sekolah di Nias hancur. Program rekonstruksi bertujuan untuk
membangun 5 sekolah dasar. Dengan adanya pembangunan sekolah, maka masyarakat
dapat mengirimkan anak-anak mereka kembali bersekolah dan kembali menjalankan
aktifitas kehidupan mereka seperti sedia kali. Sampai sekarang 2.087 anak-
anak yang berusia 7 s/d 13 tahun telah bersekolah pada bangunan sekolah
yang dibangun oleh LPAM.
Meskipun pembangunan
fisik telah rampung, namun LPAM berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dengan memperbaiki infrastruktur seperti melengkapi peralatan sekolah,
perpustakaan sekolah dan rencana pelatihan metode belajar - mengajar yang
lebih baik. Sebagai tambahan, perbaikan dan pengembangan sekolah juga
dilakukan oleh LPAM seperti menyediakan seragam sekolah, perpustakaan,
penyedian air dan sanitasi.
Rekonstruksi ( Rumah )
LPAM melakukan rekonstruksi 125 rumah yang hancur akibat bencana di 5 desa yang terletak di kecamatan Teluk Dalam dan Lahusa di Nias Selatan. Bangunan yang dibangun oleh LPAM merupakan bangunan tahan gempa seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Bangunan tersebut dibangun ditanah milik penduduk itu sendiri. Rumah yang dibangun diperuntukkan untuk keluarga yang terdiri dari 3 sampai 7 orang dengan tipe 42.
Dalam proses pembangunan tersebut, LPAM bekerjasa sama dengan pemilik rumah. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan hingga selesai serta evaluasi dari kegiatan tersebut. Kesepakatan-kesepakatan diambil melalui berbagai pertemuan dengan kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat, pemilik rumah, para pekerja serta masyarakat setempat. Setelah menyelesaikan program rekonstruksi ini, LPAM melaksanakan serah terima rumah sehingga rumah tersebut dapat dipergunakan.
Hingga akhir 2007 LPAM - Nias telah berhasil melakukan 101 unit rumah di 2 Desa di 2 Kecamatan , berikut profil Desa tempat rekonstruksi rumah :
Desa Bawölato terletak sekitar 2 km dari ibukota kecamatan Lahusa menuju arah kecamatan Gomo. Korban meninggal di desa ini berjumlah 2 (dua) orang. Kedua orang ini adalah orang tua dari salah satu siswa SMA Negeri 1 Lahusa dan saat ini menjadi yatim piatu.
Di daerah ini LPAM Nias telah mendistribusikan 16 unit shelter/tenda untuk para korban gempa bumi. Di desa ini juga telah dibangun 17 unit rumah penduduk yang hancur total pasca gempa 28 maret 2005.
b. Desa Bawozihono dan Bawootaluo
Di kedua desa yang berbatasan ini, 16 unit rumah hancur total. Kedua desa ini yang berada di tepi pantai terus menerus menjadi korban bencana alam. Pada tanggal 26 Desember 2004, kedua desa ini merupakan korban dari gempa dan gelombang tsunami itu.
Sewaktu Mereka membangun rumahnya kembali, baru saja rumah – rumah itu ditempati, bencana gempa tanggal 28 Maret yang lalu menghancurkan kembali rumah mereka yang baru saja dibangun.
Di desa ini LPAM Nias telah mendistribusikan 19 unit shelter/tenda untuk para korban gempa bumi dan tsunami.
Di desa ini LPAM-Nias telah membangun 16 unit rumah.
1.68 unit rumah di Kecamatan Teluk Dalam- Kabupaten Nias Selatan a. Desa Hiliganowo
Desa Hiliganöwö terletak sekitar 8 km dari ibukota Kecamatan Teluk Dalam. Desa ini merupakan desa yang paling parah mengalami dampak bencana gempa di kecamatan Teluk Dalam. Di desa ini terdapat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka berat dan 400 orang luka ringan. Sekitar 80% rumah penduduk mengalami kerusakan.
Gereja-geraja mengalami kerusakan total dan satu unit rumah sekolah.
Wilayah desa ini terletak pada daerah perbukitan yang langsung berdekatan dengan pantai. Lokasi perumahan desa terkonsentrasi pada areal yang tinggi dan hanya sedikit rumah-rumah penduduk yang berada di tepi jalan. Tanah-tanah di halaman desa ikut terbelah dan mengakibatkan rumah-rumah penduduk rubuh, bergeser dan malah ada yang sampai terguling. Lubang akibat gempa ini sangat lebar dan memanjang membelah halaman desa.
Setelah gempa Penduduk desa ini masih tetap tinggal di gubuk-gubuk darurat di halaman desa. Kekhawatiran penduduk di wilayah ini adalah apabila terjadi gempa lagi maka lubang yang telah ada itu akan semakin membesar dan bisa jadi menenggelamkan mereka semua atau menggulingkan rumah-rumah mereka ke jurang.
Hingga akhir 2007, LPAM-Nias telah selesai melakukan rekonstruksi 47 unit rumah di Desa ini.
Desa Hiliamaetaniha adalah salah satu desa yang terus menerus mengalami bencana alam dalam 1 tahun belakangan ini. Pada tanggal 26 Desember 2004 desa ini diguncang oleh gempa dan gelombang Tsunami walaupun tidak sampai mengakibatkan rumah roboh tapi tidak sedikit harta benda masyarakat yang terbawa air laut. Kemudian gempa Bumi pada bulan Maret 2005 juga mengakibatkan rumah-rumah runtuh. Setelah gempa, air laut naik yang ketinggiannya lebih besar dibanding pada bulan Desember 2004.
Kalaupun di daerah lain hanya gempa bumi yang melanda maka di desa ini trauma akan gelombang tsunami juga terus-terusan menghajar mereka. Walaupun demikian kerusakan hanya terjadi di sekitar pantai yang menuju ke Desa Lagundri. Di sini terdapat sekitar 20 rumah yang menalami kerusakan parah.
Desa Hiliamaetaniha sendiri terletak sekitar 8 km dari ibukota kecamatan Teluk Dalam dan dapat diakses lewat transportasi darat dengan roda dua dan empat.
Di desa LPAM - Nias telah selesai melakukan rekonstruksi 21 unit rumah.
Gempa Nias 28 Maret 2005
Pengungsi tinggal di tenda darurat
Proses Pekerjaan Rekonstruksi Rumah ----------------------------------------------
Pertemuan Desa untuk membangun kesepakatan tentang rekonstruksi rumah antara LPAM, Tokoh Masyarakat, Calon penerima rumah.
Diskusi antara pemilik rumah, tukang dan LPAM , untuk membahas design rumah yang akan di bangun